Sunday, August 28, 2011

Di Sorowako Gak Ada Pengemis Lho !

Hampir 2 bulan saya bertugas di Sorowako ini. Sekarang menjelang Lebaran, 2 hari lagi. Biasanya di hari-hari begini kalau di Jakarta, banyak pengemis dimana-mana. Di jalanan, di Mesjid, bahkan ada yang ngider keliling kompleks. Atau ada juga pengemis dadakan yang pada duduk di pinggir jalan Metro Pondok Indah Jakarta (masih adakah ?). Mereka menunggu dan berakting sedemikian rupa sehingga akan turunlah belas kasihan orang yang melihatnya dan kalau bisa ... ya ... lanjut ngerogoh koceknya ngeluarin recehan.

Pernahkan kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang mendorong kita merogoh kantong celana kita mengeluarkan dompet lalu kita berikan uang kepada pengemis ? Jawabannya bisa macam-macam, karena perintah agama, karena kasihan, karena solidaritas sesama manusia, dan seterusnya. Tetapi kayaknya gak bakalan ada yang ngasih jawaban bahwa kita ngasih pengemis adalah sebagai imbalan karena ketrampilan mereka dalam mengemis.

Bagaimana dengan kita dan Tuhan kita, Allah swt ? Selaku umat Islam, kita diperintahkan untuk berdoa dan kita tentu sering berpaling kepada Allah swt untuk memenuhi hasrat hati kita secara ajaib untuk berdoa. Bagaimana kita mengucapkan doa-doa kita ? Apakah berupa panyampaian suatu daftar yang panjang berisi seperti kontrak yang harus dipenuhi Tuhan karena kita telah melakukan apa yang diwajibkan oleh-Nya ? Apakah kita menyampaikan bagai seorang pengemis yang hanya meminta dalam doa-doa yang kita panjatkan dan menunggu belas kasiha-Nya untuk selanjutnya dikabulkan ?

Apabila Tuhan akan mengabulkan permintaan dan doa kita, maka Dia akan mengabulkan bila kita datang menghampiri-Nya. Bukan sebagai pengemis tetapi dengan merendahkan diri sebagai abdi-Nya, sebagai hamba-Nya. Tuhan menciptakan manusia berdasarkan citra-Nya, kesempurnaan dari Tuhan juga harus terpancar dari kita. Jadi sebagai hamba Tuhan kita juga harus membawa keagungan dan keindahan cerminan dari Sang Pencipta. Meminta kepada Tuhan harus dengan keyakinan bahwa kita mempunyai kesanggupan untuk memperolehnya, menjaganya atas ijin-Nya dan tentunya akan kita pergunakan sesuai petunjuk-Nya. Yang penting juga kita sanggup berusaha dengan segala kearifan dan memiliki ketetapan hati yang kuat, bersikap gigih hingga apa yang kita inginkan dengan ijin-Nya bisa diraih. Itu semua dilakukan setelah kewajiban kita sebagai abdi kita jalankan dengan ikhlas.

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikan Hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.




No comments:

Post a Comment